Ketua Dekranasda Maluku Dorong “Branding Maluku” Tembus Pasar Nasional dan Global

IMG-20260928-WA0083

Jakarta, Media Center Maluku — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku mendorong penguatan produk unggulan dan budaya daerah agar memiliki daya saing serta mampu menembus pasar nasional hingga global.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, dalam Rapat Koordinasi Badan Penghubung Provinsi bersama Dekranasda se-Provinsi Maluku Tahun 2026, yang berlangsung di Anjungan Maluku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (28/9/2026).

“Forum ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah dalam mengangkat potensi Maluku menuju pasar nasional dan global. Mari kita satukan kekuatan untuk mengangkat produk dan budaya Maluku. Dari Maluku untuk Indonesia, dari Maluku menuju pasar global,” ujar Maya.

Menurutnya, kekayaan alam, budaya, tradisi, seni, kuliner, tenun, kerajinan dan kreativitas masyarakat Maluku perlu diolah menjadi produk yang berkualitas, beridentitas, bermerek dan berdaya saing.

Untuk itu, Dekranasda Maluku mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan industri kerajinan melalui kurasi produk, penguatan database pelaku IKM/UMKM, peningkatan kualitas dan kemasan, branding, serta digitalisasi pemasaran.

Maya menilai Anjungan Maluku di TMII memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai pusat promosi IKM dan UMKM sekaligus etalase budaya Maluku di Jakarta.

“Anjungan Maluku perlu kita optimalkan sebagai ruang untuk melihat, mengenal, merasakan dan membeli produk Maluku, sekaligus mendorong minat berinvestasi dan berwisata ke Maluku,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Dekranasda Maluku mendorong program prioritas “Satu Kabupaten/Kota, Satu Produk Unggulan Prioritas” pada 2027. Produk unggulan dari 11 kabupaten/kota akan dikurasi, ditingkatkan kualitas dan kemasannya, diperkuat branding-nya, kemudian dipromosikan melalui berbagai ajang nasional maupun internasional dalam satu payung “Branding Maluku.”

Penguatan promosi juga akan didukung melalui katalog digital, marketplace, media sosial, storytelling, fotografi produk dan transaksi digital guna memperluas akses pasar sekaligus menjawab tantangan geografis Maluku.

Maya menegaskan, seluruh langkah tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, perangkat daerah, Badan Penghubung, pelaku usaha, perbankan, perguruan tinggi, komunitas, media dan dunia usaha agar program yang dijalankan terukur dan memberikan manfaat nyata bagi pengrajin serta pelaku IKM/UMKM.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata dan investasi.

“Dengan semangat Lawamena, kita wujudkan Maluku yang maju, adil dan sejahtera melalui ekonomi kreatif, industri kerajinan, pariwisata dan budaya,” pungkasnya.

Rakor tersebut turut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif RI Neli Yana, Pimpinan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Direktur Utama PT Bank Maluku Malut, Operation Director TMII, para Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Maluku, pimpinan perangkat daerah, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan, Kepala UPTD Taman Budaya, Kepala Museum Siwalima, serta Ketua dan Sekjen FORKAPSI. (DISKOMINFO MALUKU)

Views: 0
Skip to content