MEDIA CENTER - PEMERINTAH PROVINSI MALUKU

Bawa Materi Webinar, Wagub Maluku bahas Pancasila merupakan kristalisasi nilai Budaya

Bawa Materi Webinar, Wagub Maluku bahas Pancasila merupakan kristalisasi nilai Budaya

Wakil Gubernur Maluku Drs. Barnabas N. Orno tampil sebagai pemateri dalam webinar yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku dengan mengusung tema “Memaknai Pancasila dalam Bingkai Pela Gandong sebagai Kekuatan Nasional”. Dalam materinya Orno mengungkapkan nilai-nilai Pancasila ada di dalam nilai-nilai adat.

Pembicara pada webinar ini selain Wakil Gubernur Maluku, juga menampilkan Ketua Ikatan Cendekiawan Maluku Prof. Dr. Mus Huliselan, Ketua Pusat Kajian Pancasila dan Konstitusi Fakultas Hukum Unpatti Ambon Dr.R.H. Nendissa SH, MH. Kemudian, Direktur Program Streightening Legal Education Of Eastem Indonesia Faculty Of Law Pattimura University Dr. R.V. Rugebreg. SH MH. Untuk kata sambutan, dikatakan Ketua Umum DPP GPM Drs. Heri Satmoko MH.  Sementara Moderator yang memegang penuh jalannya seminar adalah Ketua DPD GPM Maluku Kapitan Kelibai M,Pd

Saat membawakan materi, Orno mencontohkan implementasi Pela Gandong yang  pernah dilakukan dirinya saat berkunjung ke Negeri Tamilouw dan Sepa, Kabupaten Maluku Tengah, berapa waktu lalu.

Negeri ini merupakan dari negeri-negeri adat pesisir Seram Selatan. Disana, dirinya sempat mengucap kalimat sapaan persaudaraan penduduk setempat. “Ami Ata Hia-Hia, Ami Aya Hoi-Hoi. Inamu Sei, Anamu Sei, Mese”.

“Coba lihat siapa yang datang. Mese itu sapaan kearifan adat. Kalau kita bilang Mese, semua pasti bersatu. Suka tidak suka. Senang tidak senang,” ujarnya.

Saat itu, lanjut dia, sebagian masyarakat adat menilai, dirinya bukanlah asli pribumi namun sempat berucap semua bersaudara di tanah Seram. Bahkan bagi dia, jika tahu sedikit tentang kearifan lokal tertentu, maka anda atau siapapun tidak akan mengalami kesulitan.

“Masyarakat Maluku harus bersyukur, jauh sebelum Pancasila lahir, Maluku telah memiliki nilai Pancasila. Sebab, tiap-tiap negeri telah memiliki adatnya masing-masing sebelum NKRI merdeka,” ungkap Orno dalam Webinar di kediamannya, Ambon, Kamis (11/6/2020).

Wagub menegaskan, indikatornya  adalah menjaga kearifan lokal menjadi kekuatan nasional demi keutuhan NKRI.  “Saya harus katakan, bahasa daerah tidak boleh dilupakan. Bahasa lokal di kawasan tenggara pada umumnya, Aru, masih terjaga. Sedangkan wilayah Ambon, bahasa lokalnya sudah perlahan punah,” bebernya.

Andai kearifan lokal ini tidak diceritakan secara rutin, maka generasi berikutnya akan kehilangan budayanya sendiri,” urainya.

“Saya kunjungan ke kecamatan-kecamatan saat menjabat Bupati MBD, disambut dengan tarian adat yang diperagakan penari berusia atas. Saya tegaskan, stop. Ganti penari dengan anak-anak muda (pelajar), supaya apa, supaya kearifan lokal ini diterima oleh anak-anak muda.” sambung Orno. (LL)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ALAMAT

  • Jalan Pattimura No 1
  • Telepon : 0911-343424
  • Email : diskominfo@malukuprov.go.id 

LOKASI

KIRIM PESAN

COPYRIGHT © 2020 DISKOMINFO PROVINSI MALUKU

error: Content is protected !!