Gubernur Maluku Dorong Kalangan Milenial di Maluku Bangun Startup
- admin

Ambon, Media Center – Gubernur Maluku Drs. Murad Ismail membuka dengan resmi Roadshow Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, secara virtual di kediamannya pada Jumat, (23/07/2021).
Kegiatan yang bertemakan “Startup Sebagai Solusi” adalah bagian dari kolaborasi Universitas Pattimura Ambon untuk dapat memotivasi serta membuka wawasan kalangan milenial di Maluku guna merintis sebuah perusahaan sebagai bagian dari solusi untuk membangun perekonomian di Maluku saat ini yang sementara terperosot dikarenakan Pandemi Covid-19.

Gubernur Maluku yang didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, PLH Sekretaris Daerah Maluku, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, mengungkapkan, mendukung terlaksananya gerakan 1000 Start-Up Digital di Maluku.
“Saya memberikan apresiasi kepada terlaksananya kegiatan ini , karena kurang lebih 1 tahun akibat Pandemi Covid-19, berbagai aktivitas dilakukan secara virtual, akan tetapi dibalik kesulitan ini ternyata ada harapan atau hikmah yang dipetik salah satunya peluang bagi tumbuh dan berkembangnya startup digital yang memanfaatkan majunya teknologi informasi.” kata Gubernur.
Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Rektor Universitas Pattimura Ambon beserta jajarannya, Para Aktivis, serta para Mahasiswa dengan turut melibatkan para Pengusaha-Pengusaha Muda.
Selain itu, kata Gubernur, hadirnya inovator lewat berbagai startup digital, tentu dapat berkontribusi bagi upaya kita bersama khususnya pemerintah dalam meningkatkan jumlah pengusaha di tanah air yang masih sedikit.
Terkait hal tersebut, Murad menjelaskan ada 3 kebutuhan objektif yang mendorong kita untuk mendorong wirausaha atau inovator muda yakni, pertama kondisi persaingan pasar bebas tak bisa dihindari. Oleh karena itu era pasar bebas saat ini memerlukan kemampuan daya saing di berbagai sektor, tidak hanya mampu pemanfaatan pasar domestik tapi juga mampu melakukan ekspansi ke negara lain. Kenyataan ini membutuhkan kesiapan bangsa kita untuk tidak hanya sekedar menjadi pasar potensial negara lain atau bahkan menjadi penonton.
Kedua ialah memaksimalkan pengelolaan potensi daerah yang sebelumnya cenderung diabaikan dapat terkelola dengan optimal sehingga mampu menyerap lebih banyak lapangan pekerjaan.
Dan yang ketiga dalam menyikapi bonus demografi di tahun 2030 dimana jumlah penduduk dengan umur produktif jauh lebih besar. Diprediksi jumlah usia 15 hingga 64 tahun akan mencapai 70% sedangkan 30% sisanya adalah penduduk yang tidak produktif di bawah usia 15 tahun dan diatas 65 tahun.
Gubernur menambahkan keadaan ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dan merupakan suatu berkah, namun bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak diantisipasi dengan baik. Untuk itu dirinya menghimbau agar kita dapat mempersiapkan diri agar dapat bersaing di dunia kerja dan pasar internasional.
Salah satu upaya Kementerian Komunikasi dan Informatika RI adalah Program 1000 Startup Digital yang mendorong anak-anak muda agar mau mencari dan menemukan platform digital yang dapat dikelola dan dikembangkan terutama di bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, logistic, dan maritim.
“Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik, dan mendukung Program ini sekaligus mengharapkan agar kalangan milenial termasuk di Universitas Pattimura dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik seiring semakin majunya teknologi informasi. Karena dengan startup digital, peluang usaha akan akan lebih terbuka besar bahkan dapat menjangkau manca negara tanpa harus membuka toko atau lapak,” jelas Gubernur. (tlm/mcmaluku)