Gubernur Maluku Hadiri Perayaan 209 Tahun Baptisan Pertama dan 150 Tahun Gereja PNIEL Ouw

WhatsApp Image 2025-12-27 at 10.46.41 PM (1)

Ambon, Media Center Maluku — Negeri Ouw, Pulau Haruku, Sabtu (27/12/2025), diliputi suasana penuh iman dan sejarah dalam perayaan 209 Tahun Baptisan Pertama di Negeri Ouw sekaligus 150 Tahun berdirinya Gedung Gereja PNIEL Jemaat GPM Ouw. Perayaan bersejarah tersebut turut dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi long march para pendeta dan umat Jemaat GPM Ouw menuju Gedung Gereja PNIEL. Prosesi yang berlangsung khidmat ini diiringi alunan musik suling yang sakral, dipimpin oleh Pdt. J. Haurissa bersama Raja Negeri Ouw, Wellem Pelupessy, mencerminkan perpaduan iman Kristen, nilai adat, dan perjalanan sejarah masyarakat Ouw.

Setibanya di depan gereja, dilakukan penyerahan simbol iman berupa obor. Pdt. J. Haurissa menyerahkan obor yang melambangkan api Injil Kristus yang tidak pernah padam kepada Ketua Majelis Jemaat GPM Ouw, Pdt. Erick Nanuru. Selanjutnya, obor tersebut diteruskan kepada Wakil Ketua I MPH Sinode GPM, Pdt. Ricardo Rikumahu, sebagai simbol estafet iman yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Setelah prosesi, kebaktian perayaan berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Gubernur Maluku bersama rombongan mengikuti seluruh rangkaian ibadah bersama jemaat yang memadati Gedung Gereja PNIEL, gereja bersejarah yang telah berdiri sejak tahun 1875 dan menjadi saksi perjalanan iman masyarakat Negeri Ouw selama satu setengah abad.

Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa menaikkan pujian dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja dan sumber kehidupan. Ia menyampaikan bahwa kebersamaan dalam perayaan ini merupakan anugerah kasih karunia Tuhan yang patut disyukuri dengan penuh sukacita dan kerendahan hati.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-150 Gedung Gereja PNIEL dan selamat memperingati 209 tahun Baptisan pertama di Negeri Ouw,” ujar Gubernur.

Gubernur menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar mengenang usia gereja dan jemaat, tetapi juga menjadi panggilan untuk hidup semakin berakar dalam Kristus, menjadi garam dan terang bagi dunia, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Ia mengibaratkan Gereja PNIEL sebagai sebuah bahtera iman yang telah melewati berbagai gelombang dan tantangan zaman. Selama lebih dari 150 tahun, gereja ini tetap berdiri tegak karena penyertaan Tuhan, menjadi rumah persekutuan, tempat doa, serta pusat kehidupan rohani masyarakat Ouw.

Menurut Gubernur, tidak banyak negeri yang mampu menjaga dan merawat sejarah iman hingga lebih dari dua abad. Hal tersebut menjadi bukti kuatnya nilai ketuhanan dan adat istiadat yang hidup dalam masyarakat Negeri Ouw.

Apresiasi juga disampaikan kepada Ketua Majelis Jemaat beserta seluruh pelayan gereja, Pemerintah Negeri, panitia perayaan, serta seluruh warga Jemaat GPM Ouw, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, atas kesetiaan mereka dalam merawat Gedung Gereja PNIEL dan menjaga warisan iman Baptisan pertama yang telah berusia 209 tahun.

Gubernur berharap peringatan ini menjadi pengingat jati diri sebagai umat Tuhan sekaligus mendorong generasi muda Negeri Ouw untuk terus menjaga dan meneruskan warisan iman melalui perilaku hidup yang takut akan Tuhan.

Menutup sambutannya, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk terus mendukung pembangunan masyarakat berbasis keagamaan. Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk menjaga kerukunan, mempererat nilai pela dan gandong, serta menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kiranya Gereja PNIEL terus menjadi sumber berkat dan pusat pembinaan iman bagi umat percaya. Mari jadikan momentum ini sebagai pengikat persaudaraan dan penguat sinergi demi Maluku yang maju, sejahtera, dan damai — par Maluku pung bae,” tutupnya. (**)

Views: 3
Skip to content