LUMBUNG IKAN NASIONAL; SURGANYA MALUKU
- admin

Ambon, Media Center – Rencana Pemerintah Pusat untuk membangun Lumbung Ikan Nasional di Maluku, mendapat respons banyak kalangan. Salah satunya dari Prof DR Ir. Alex Retraubun, M.Sc
Hadir di studio 3M Radio, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, Selasa 15/6, mantan Wamen Perindustrian RI ini mengkui, Konsep LIN ini sangat unik, sebab telah membutuhkan waktu lebih dari 1 dekade untuk menindaklanjutinya.
Namun akhirnya oleh Presiden Joko Widodo di periode kedua kepemimpinannya hal ini bisa direalisasi. “saya bersyukur,” ujarnya singkat.
Ditanya soal keterlibatannya, Retraubun yang juga merupakan, salah satu penggagas konsep Lumbung Ikan Nasional ini menjelaskan, bahwa pertama kali ia terinspirasi dari Pidato Susilo Bambang Yudhoyono di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, saat kepala negara membuka acara Sail Banda 10 Agustus 2010 yang lalu.
Ia meminta agar masyarakat Maluku bersyukur dan bersyukur, sebab LIN sudah ditindaklanjuti di tahun 2021 ini, dan Presiden Joko Widodo sudah memberikan respons positifnya.
Ini luar biasa sebab melalui LIN Indonesia akan menjadi Poros Maritim Dunia.
“Walaupun kita semua belum tahu kapan pandemi Covid-19 ini berakhir, namun program LIN dalam pandangan saya harus terus berjalan karena akan mendorong Pertumbuhan Ekonomi Baru di Maluku.”jelasnya.
Ditambahkannya, Provinsi Maluku sangat terkenal dengan potensi ikannya yang melimpah, oleh karena itu Program Lumbung Ikan Nasional, sangat strategis karena selain melihat dari latar belakang mata pencarian masyarakat Maluku, juga melibatkan banyak sektor dan akan memberikan keuntungan selain untuk Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Karena itulah, Dirjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Departemen Kelautan dan Perikanan di Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengajak untuk semua pihak mendukungnya, pasalnya ini mimpi semua pihak agar Lumbung Ikan Nasional menjadi Surganya Maluku.
“Semuanya sekarang tergantung dari bagaimana mewujudkan surga itu dengan terus terlibat dan kerjasama dengan Pemerintah Pusat,” ujarnya sembari mengingatkan, bahwa pihak Universitas Pattimura bersama dengan Gubernur Maluku sudah mempersiapkan kajiannya tinggal di tindaklanjuti secara Bersama-sama. (3M)