Friday, 22 January 2021

Pemprov Maluku Gelar Webinar Manfaat Program PEN Bagi UMKM

Pemprov Maluku Gelar Webinar Manfaat Program PEN Bagi UMKM

Ambon – Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) bersama dengan Pemerintah Provinsi Maluku melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Jumat (20/11/2020) menggelar webinar bertajuk “Manfaat Program PEN Bagi UMKM” yang dimoderatori oleh John A. Rumlawang dengan menghadirkan pembicara Drs. Semuel Huwae, M.H selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku dan Drs. Muhammad Nasir Kilkoda selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku.

Kadis Kominfo Maluku dalam paparannya mengatakan bahwa dengan adanya webinar ini diharapkan dapat menopang, mendorong dan menginspirasi kita untuk bangkit dan berinovasi serta menjadi inspirasi di tengah – tengah wabah pandemi Covid-19. “Covid-19 bukan sesuatu yang kemudian mematahkan semangat kita untuk bangkit berkreasi dan bukan halangan untuk kita dalam berinovasi, tetapi mesti menumbuhkan semangat dan spiritualitas kita untuk terus berjuang”, ujar Semuel Huwae.

Selain itu dalam pemaparannya juga menjelaskan dampak pandemi Covid-19 antara lain : Pergeseran Pola Mobilitas Masyarakat dan Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat. Selain itu dengan dampak ini adapun juga Potensi Bisnis Online dan Transformasi Ekonomi Digital yang perlu dilihat, kebijakan pemerintah yang berpihak pada UMKM, koperasi dan kegiatan usaha yang telah berbasis digital tentu akan mendapatkan keuntungan di era normal baru, kolaborasi atau sinergi dengan perusahaan E-commerce dalam pemasaran barang-barang produksi UMKM.

“Walaupun demikian, terdapat juga hambatan dan tantangan, antara lain letak geografis Provinsi Maluku yang berbentuk kepulauan, masih minimnya infrastruktur telekomunikasi di beberapa Kabupaten, serta masih rendahnya SDM pelaku UMKM dalam memanfaatkan digitalisasi, memerlukan inovasi dan kreativitas pelaku UMKM” ujar Semuel Huwae, Kadis Kominfo Maluku.

Ia juga memaparkan peranan Dinas Kominfo dalam aspek ini untuk tahun 2020 melalui Kementerian Kominfo menjelaskan bahwa terdapat sejumlah infrastruktur telekomunikasi pada wilayah blank spot sebanyak 128 titik yang tersebar  di Kabupaten MBD, Kepulauan Aru, KKT dan SBB. Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Provinsi Maluku pada tahun 2021-2024 sebanyak 453 titik. Dilanjutkan dengan adanya pendampingan UMKM dalam rangka pengembangan SDM digital dan melakukan pilot project pendampingan UMKM Go Digital di Provinsi Maluku. Serta berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku untuk identifikasi UMKM yang berpotensi.

Maka dari itu beliau menekankan bahwa kasus Pandemi Covid-19 bukanlah sebuah hambatan bagi kita sebagai manusia dalam melakukan segala sesuatu terkhususnya di bidang digital, namun beliau mengatakan bahwa adanya Pandemi Covid-19 harusnya membuat kita merefleksi apakah kita telah cukup dalam tantangan yang ada, dan kita harus menjadi manusia yang lebih produktif dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku, Drs. M. Nasir Kilkoda dalam webinar ini menjelaskan tentang “Manfaat Program PEN bagi UMKM” dan dampak luar biasa dari pandemi Covid-19 terhadap UMKM yang ada di Maluku. Pandemi ini telah memberikan dampak yang signifikan di mana kurang lebih 50% menutup usaha, 88% usaha mikro tidak memiliki kas dan tabungan dan yang terakhir usaha mikro tidak memiliki akses permodalan. “ini yang memberikan dampak kepada usaha – usaha yang ada di UMKM, sehingga menyebabkan ekonomi kita terkoreksi” ujar Kadis Koperasi&UMKM Maluku, M. Nasir Kilkoda.

Program PEN adalah untuk membantu masyarakat mendapat bantuan modal usaha, kekeringan bunga cicilan, dan pengurangan pajak. Dengan bantuan pemerintah melalui program PEN ini akan mempermudah dan mempercepat perolehan dana kepada UMKM termasuk koperasi ke Daerah. Dijelaskan bahwa usaha mikro merupakan kelompok usaha yang paling rentan terhadap perubahan karena selama ini usahanya bersifat subsisten serta tidak memiliki alternatif modal usaha.

“Dengan membantu memperkuat modal usaha dan usaha mikro kecil melalui skema bantuan pemerintah diharapkan dapat membantu pelaku usaha bertahan di masa pandemi” ujar Nasir Kilkoda.

Ia juga menjelaskan bahwa dari sisi aspek koperasi, itulah hal – hal yang perlu dikaji untuk bisa dilakukan perbaikan untuk bertahan di masa – masa yang sulit ini. Selain itu terdapat juga persyaratan bagi pelaku usaha mikro untuk mendapatkan bantuan yaitu berstatus sebagai warga negara Indonesia, mempunyai NIK, memiliki usaha mikro, bukan anggota PNS/TNI/POLRI. Adapun juga sejumlah prosedur yang harus diikuti untuk pengajuan penerima BPUM, sehingga nantinya akan terorganisir dengan baik.

Usai pemaparan dari kedua narasumber, para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya terkait materi yang disampaikan. Diharapkan melalui webinar ini dapat dibangun pemahaman, kepercayaan dan partisipasi para peserta terhadap kebijakan dan program yang telah dirancang serta dilaksanakan pemerintah pusat maupun daerah dalam menunjang kemajuan masyarakat. (*)

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

ALAMAT

  • Jalan Pattimura No 1
  • Telepon : 0911-343424
  • Email : diskominfo@malukuprov.go.id 

LOKASI

KIRIM PESAN

COPYRIGHT © 2020 DISKOMINFO PROVINSI MALUKU

error: Content is protected !!